Paus Fransiskus : Salah Jika Mengaitkan Islam dengan Terorisme

ilustrasi

ROMA (fokusislam) – Pemimpin keagamaan Katolik, Paus Fransiskus menyebut bahwa tidak adil jika mengaitkan terorisme dengan agama Islam. Menurutnya, penyudutan Islam dengan ajaran teror tidaklah benar dan tepat.

Hal ini disampaikan oleh Paus Fransiskus kepada wartawan di dalam pesawat sewaktu kembali ke Roma setelah lima hari mengunjungi Polandia.

“Saya kira tidak benar mengidentifikasi Islam dengan kekerasan. Ini tidak benar dan ini tidak tepat,” kata pimpinan keagamaan berusia 85 tahun ini, demikian seperti dikutip dari antaranews, Senin (1/8/2016).

Paus menyebut bahwa ketidakadilan sosial dan pemberhalaan uang adalah penyebab utama terorisme. Terkait dengan penyudutan agama tertentu dengan pemikiran terorisme, Paus juga menyebut bahwa dalam agama Kristen pun ada yang memiliki pemikiran tersebut.

“Saya kira pada hampir semua agama selalu ada kelompok kecil fundamentalis. Kami (umat Katolik) juga memilikinya,” kata Paus.

“Saya tidak suka membahas kekerasan Islam karena setiap hari saya membaca surat kabar saya menyaksikan kekerasan di sini di Italia, ada yang membunuh pacarnya, ada yang membunuh mertuanya. Mereka semua umat Katolik yang terbaptis,” kata dia.

Menurut Paus, kalau ada yang membicarakan tentang kekerasan Islam, maka seharusnya ia juga membicarakan kekerasan dalam agama Katolik.

“Andai saya berbicara soal kekerasan Islam, saya juga harus membicarakan kekerasan Katolik. Tidak semua muslim keras,” katanya lagi. (azman)

Advertisements

Paus Fransiskus : Islam Bukan Agama Teroris

   

Oleh :Dr. Slamet Muliono*

Terorisme memang sengaja disematkan dan dipaksa untuk dilekatkan pada Islam. Berbagai peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seseeorang atau sebuah komunitas, baik secara terbuka maupun samar, pasti akan diarahkan tuduhannya kepada umat Islam. Bahkan fakta-fakta pembunuhan, yang dilakukan oleh orang mereka yang jauh dari dari atribut Islam sekalipun, terus saja dipaksakan pada orang Islam. Namun wacana ini seolah terbantahkan dengan pengakuan seorang petinggi agama Katolik yang menyampaikan pikirannya secara jujur bahwa tindakan terorisme bukanlah hak milik umat Islam, namun juga ada dan dilakukan oleh orang-orang berbagai latar belakang agama, termasuk Nasrani.

Pernyataan ini diungkapkan secara jujur oleh pemimpin keagamaan Katolik, Paus Fransiskus, yang menyebut bahwa tidak adil jika mengaitkan terorisme dengan agama Islam. Menurutnya, penyudutan Islam dengan ajaran teror tidaklah benar dan tepat. Paus menyebut bahwa ketidakadilan sosial dan pemberhalaan uang adalah penyebab utama terorisme. Terkait dengan penyudutan agama tertentu dengan pemikiran terorisme, Paus juga menyebut bahwa dalam agama Kristen pun ada yang memiliki pemikiran tersebut, dan hal ini terjadi pada hampir semua agama selalu ada kelompok kecil fundamentalis.

Dia menyatakan tidak suka membahas kekerasan Islam karena setiap hari dia juga membaca surat kabar tentang aksi ke kekerasan di Italia, ada yang membunuh pacarnya, ada yang membunuh mertuanya. Mereka semua umat Katolik yang terbaptis. Menurutnya kalau ada yang membicarakan tentang kekerasan Islam, maka seharusnya ia juga membicarakan kekerasan dalam agama Katolik. “Andai saya berbicara soal kekerasan Islam, saya juga harus membicarakan kekerasan Katolik. Tidak semua muslim keras,” katanya. (Fokusislam.com.1/82016)

Apa yang disampaikan oleh pemimpin tertinggi Katolik ini, setidak ada beberapa poin penting

Pertama, fundamentalisme bukan hanya ada dalam agama Islam. Fundamentalisme juga ada pada setiap agama, seperti juga pada agama Nasrani yang menghabisi dan membunuh pengikut agama lain serta menginginkan agamanya saja yang berdiri tegak. Pikiran fundamentalisme ini mendorong untuk melakukan pembunuhan terhadap penganut agama lain. Fundamentalisme juga ada di dalam agama Yahudi, yang tidak berbeda dengan fundamentalisme agama lain. Fundamentalisme Yahudi juga mengangankan agamanya yang paling benar dan menginginkan pemusnahan terhadap agama lain. Apa yang terjadi di Palestina, dimana orang-orang Israel bukan hanya ingin merebut tanah Palestina, tetapi juga ingin memusnahkan warganya. Sayang sekali perilaku Israel  yang terus menerus membunuh enduduk Palestina tidak dikategorikan sebagai aksi terorisme.

 Kedua, tumbuhnya terorisme karena ketidakadilan sosial. Berbagai aksi terorisme dan radikalisme seringkali disematkan pada orang-orang muslim, sementara realitas ketidakadilan yang menjadi latar belakang aksi terorisme tidak pernah diungkap. Kebanyakan aksi terorisme dilakukan sebagai reaksi atas hegemoni negara-negara Barat di dunia Islam. Salah satu contoh nya, negara-negara Barat menguasai atau menghegemoni sumberdaya alam negara-negara Islam.  Mereka bebas mengeksploitasi kekayaan negara-negara Islam, sebagaimana yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Bahkan terorisme juga dilakukan sebagai respon atas tindakan AS yang melampaui batas dalam mengacak-acak dan mengadu domba negara-negara teluk sehingga memupuk rasa benci kepada AS dengan melakukan aksi terorisme.

Ketiga, pendorong aksi terorisme adalah pemberhalaan terhadap uang. Berbagai aksi  terorisme yang dilakukan oleh umat Islam tidak sepenuhnya murni menegakkan jihad atau untuk memperjuangkan penegakan syariat Islam tetapi lebih banyak untuk memperoleh kekayaan atau uang. Bukan rahasia umum bahwa perjuangan yang dilakukan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) bukan semata-mata untuk memperjuangkan dan berjihad melawan AS tetapi semata-mata untuk memperoleh keuntungan duniawi. Kalau memang benar-benar untuk menegakkan khilafah Islamiyah, semestinya pertama kaliyang diserang adalah rezim Suriah yang jelas-jelas melakukan pembunuhan terhadap muslim Sunni. Semestinya ISIS juga akan menyerang Rusia, yang jelas-jelas identitasnya sebagai non muslim dan banyak membunuh warga Suriah. Namun semua itu tidak dilakukan oleh organisasi yang dibentuk organisasi yang banyak disinyalir dibentuk oleh AS. Bahkan perilaku sadis dan kejam yang ditunjukkan ISIS, dalam membunuh lawannya, sangat jauh dari nilai-nilai dan dan akhlaq Islam.

Pengakuan pemimpin tertinggi Katolik merupakan peneguhan bahwa terorisme bukan hanya ada pada umat Islam tetapi ada dalam semua pemeluk agama. Namun dalam tataran empirik, teorisme memang sengaja disematkan kepada umat Islam untuk memerangi Islam. Diakui atau tidak bahwa terorisme juga melanda pada agama Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan yang lain, namun hal itu tidak pernah disorot atau dibesar-besarkan. Bahkan ketika kejahatan yang dilakukan oleh kelompok non-muslim, saat membantai komunitas muslim, tidak pernah ada pihak yang menyematkan identitas teroris pada mereka.

Apa yang disampaikan oleh Paus Fransiskus merupakan sebuah fakta sebagaimana yang dipaparkan Al-Qur’an bahwa persahabatan kelompok Nasrani lebih dekat kepada umat Islam. Sebagaimana firman-Nya : Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.(QS Al-Maidah : 82).

Identitas teroris yang disematkan kepada umat umat Islam merupakan refleksi permusuhan besar kelompok Yahudi. Kalau berbagai kasus pembunuhan yang dilakukan oleh umat Islam langsung akan dicap teroris, sementara perilaku yang sama ketika dilakukan oleh non-muslim tidak akan muncul istilah terorisme. Namun Paus Fransiskus menunjukkan pandangan yang lain bahwa terorisme bukan hanya terjadi pada Islam, namun juga ada di agama apapun termasuk Nasrani.

Surabaya, 2 Agustus 2016
*Penulis adalah dosen di STAI Ali bin Abi Thalib dan Direktur Pusat Kajian Islam dan Peradaban (PUSKIP) Surabaya

 

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Latihan Bagi Pemohon SIM

Halodunia.net – Polres Metro Bekasi Kota – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota berupaya meminimalisasi praktik pencalonan dengan menggelar latihan praktik kendaraan dan tes tertulis bagi para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) kegiatan ini dilaksanakan setiap akhir pekan.

Kapolresto Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, Kamis (28/6/2018) mengatakan kebijaksanaan ini sudah di berlakukan saat ini. pelatihan dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 09.00-12.00 WIB kepada para pemohon yg sebelumnya tidak pernah lulus serta masyarakat umum yang mau mencoba.

Kegiatan tersebut akan rutin dilakukan di lapangan uji praktik kendaraan satuan penyelanggara administrasi SIM (Satpas) Mapolrestro Bekasi Kota, Jalan Pramuka Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kegiatan secara gratis itu akan memrioritaskan permohonan yang gagal ujian praktik maupun tertulis, namun bagi permohonan lain juga dipersilahkan agar pada saat ujian berlangsung bisa lulus dengan hasil maksimal. “Yang perlu dicatat, kegiatan ini tidak dipungut biaya apapun” katanya.

Khusus untuk soal ujian tertulis kata dia telah dipersiapkan simulasinya berupa kertas yang dibawa pulang pemohon kerumahnya untuk belajar. ” Dengan adanya latihan teori dan praktik ini harusnya ujian SIM lulus dan tidak ada calo” katanya. Setiap harinya satuan Lalu Lintas Polrestro Bekasi Kota mencatat sekitar 171-200 pemohon SIM baru namun tidak seluruhnya lolos atau bergantung pada kemampuan masing-masing pemohon.

Pemohon SIM Bramarvy Munajat (19) mengapresiasi kebijakan itu sebagai sarana berlatih bagi dirinya yang telah tiga kali berturut-turut gagal praktik kendaraan. “Sebetulnya tesnya gampang saja apalagi tes teorinya. Akan tetapi karena masih belum terbiasa, jadinya tidak fokus dan gagal terus kalau ada pelatihan begini saya jadi lebih baik terbiasa lagi” kata pemohon SIM C itu. (hy/Erna R)

Buat SIM di Polres Metro Bekasi Kota Mudah Murah dan Cepat

Halodunia.net – Polres Metro Bekasi Kota, pemuatan SIM di Polres Metro Bekasi Kota Mudah Murah dan Cepat serta pelayanan Sim waktu nya diperpanjang dari pukul 07.00 wib sd 21.00 wib dari hari Senin sd Sabtu dan Hari Minggu Polres Metro Bekasi Kota memberikan pelayanan gratis untuk pelatihan Ujian sim Teori dan Praktek dari pukul 09.00 sd 12.00 wib

Laksanakan Prosedur dengan Benar, Pemohon Akan Mendapatkan Lebih Mudah Murah dan Cepat.

SIM Langsung Cetak, Pemohon Hanya Perpanjangan SIM
BEKASI KOTA – Pembuatan Surat Ijin Mengemudi(SIM) Polisi Resort (Polres) Metro Bekasi Kota mudah, murah dan cepat.

Yang perlu dipersiapkan oleh pemohon hanya Kartu Tanda Penduduk(KTP), dan pemohon juga wajib melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi pembuatan SIM Polrestro atau ditempat lain yang legalitasnya dapat mengeluarkan surat keterangan kesehatan.

Dengan membawa KTP dan surat keterangan kesehatan, pemohon tinggal membayar ke loket PNBP.

Tarif pengurusan SIM baru, untuk SIM C Rp.100.000 dan SIM A Rp.120.000, dan tarif untuk perpanjangan SIM C cukup Rp.75.000 dan untuk perpanjangan SIM A cukup dengan uang Rp.80.000 rupiah.

Para pemohon juga dapat membayar Asuransi sebesar Rp.30.000(Tiga puluh ribu rupiah) walau tidak diwajibkan, setelah itu akan mendapatkan formulir untuk diisi Dengan benar dan lengkap sesuai identitas pemohon.

Setelah lengkap pemohon masuk ke ruang entry data, baru masuk ke ruang Poto sim untuk identifikasi sidik jari, Poto dan tanda tangan.

Bila pemohon hanya ingin perpanjang SIM langsung masuk ke ruang cetak SIM .

Perlu diperhatikan, untuk pemohon SIM baru, akan melakukan terlebih dahulu ujian teori, dan jika gagal harus melakukan pengulangan, dan pemohon dinyatakan lulus, pemohon melanjutkan ke ujian praktek, dan jika pemohon gagal dalam ujian praktek, pemohon harus mengulangi lagi satu Minggu kemudian, dan setelah lulus pemohon masuk keruangan cetak SIM dan tinggal menunggu SIM anda selesai dan dipanggil, untuk itu mudah kan.

Untuk itu, mari untuk para pemohon ikuti dan laksanakan prosedur dengan benar, maka pemohon akan mendapatkan yang lebih mudah, murah dan cepat.(hy/Erna R)

Hari ini Uji Coba Ganjil Genap di Perluas Hingga Jalan Arteri Pondok Indah

Halodunia.net – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini, Senin 2 Juli 2018, mulai memberlakukan uji coba perluasan sistem ganjil-genap hingga Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bagi pengendara mobil yang pelat nomornya tidak sesuai tanggal, maka tidak akan ditilang pada masa uji coba tersebut.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk tidak melakukan penilangan selama masa uji coba pada 2 hingga 31 Juli. Penilangan akan diberlakukan mulai Rabu 1 Agustus.

Untuk sanksi berupa tilang baru dilaksanakan pada 1 Agustus 2018,” kata Sigit saat dikonfirmasi, Senin (2/7/2018)

Dishub DKI sendiri mengerahkan 185 petugas untuk memantau uji coba perluasan ganjil-genap. Personel itu ditempatkan di 41 persimpangan yang menjadi perhatian Dishub.

“Petugas Dishub yang ditempatkan di 41 simpang ada 185 petugas setiap shift,” jelasnya.

Waktu uji coba itu akan dilaksanakan pada Senin hingga Minggu dimulai pada pukul 06.00 sampai 21.00 WIB. Pelaksanaan ganjil-genap diperluas untuk melancarkan gelaran Asian Games 2018.

Setidaknya terdapat empat titik perluasan lokasi ganjil-genap. Pertama, Jalan S Parman–Jalan Gatot Subroto–Jalan MT Haryono–Jalan DI Panjaitan–Jalan Ahmad Yani–Simpang Coca Cola atau Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.

Kedua, Jalan Arteri Pondok Indah yang dimulai dari Simpang Kartini hingga Simpang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ketiga, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Keempat, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Adapun jalur alternatif yang sudah disiapkan oleh Pemerintiah Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

1. Jalan Perintis Kemerdekaan–Jalan Suprapto–Jalan Salemba Raya–Jalan Matraman (dari arah Timur).

2. Jalan Warung Jati Barat–Jalan Pejaten Raya–Jalan Pasar Minggu–Jalan Soepomo–Jalan Saharjo (dari arah Selatan).

3. Jalan RE Martadinata–Jalan Danau Sunter Barat–Jalan HBR Motik–Jalan Gunung Sahari (dari arah Utara).

4. Jalan RA Kartini–Jalan Ciputat Raya (dari arah Selatan).

5. Jalan Akses Tol Cikampek–Jalan Sutoyo–Jalan Dewi Sartika (dari arah Timur).

6. Jalan S Parman–Jalan Tomang Raya–Jalan Surya Pranoto/Cideng (dari arah Utara).(hy/fP)

HUT Bhayangkara ke-72, Kapolri dan Panglima TNI Berikan Arahan di Makodam XVII Cendrawasih Papua

Halodunia.net – Jayapura,  Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian., Ph.D bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan arahan dan motivasi kepada Prajurit TNI dan anggota Polri wilayah Jayapura dan sekitarnya di Makodam XVII/ Cendarawasih, Minggu (01/07/18). Dalam kunjunganya ke Makodam Cenderawasih dan Mapolda Papua, Kapolri dan Panglima TNI didampingi oleh masing-masing Pejabat Utama Mabes Polri dan Pejabat Utama Mabes TNI.

Kegiatan diawali dengan Briefing Oleh Panglima TNI dan Kapolri kepada seluruh Komandan Satuan TNI dan Polri di wilayah Provinsi Papua. Kapolri dalam arahannya menyampaikan bahwa masalah ras bukanlah masalah yang ada di Papua. Contohnya seperti di Hongkong. Hongkong dengan Tiongkok Daratan memiliki ras yang sama. Namun mereka tidak mau bergabung dan memiliki konflik, karena Hong Kong lebih maju dibandingkan Tiongkok Daratan. Jadi itu bukan masalah ras, tetapi adalah masalah Ekonomi.

“Sama seperti di Singapura dan juga New Zealand antara suku asli New Zealand yaitu Suku Maori dengan Inggris. Mereka terus berkonflik hingga akhirnya membuat perjanjian Waitangi. Hingga akhirnya kini New Zealand menjadi negara yang maju perekonomian dan negara paling aman. Jadi masalah ras bukanlah masalah yang ada di papua. Masalah utama yang ada di papua adalah ekonomi. Oleh karena itu pemerintah saat ini terus menggenjot pembangunan dan perekonomian di Papua,” ungkap Kapolri.

Sedangkan, Panglima TNI dalam arahannya menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Polri yang ke 72, yang jatuh pada 1 Juli 2018. “Semoga polri semakin Profesional, Modern dan Terpercaya,” ucap Panglima TNI.

Ada yang unik dan menarik dalam acara arahan hari ini, bertepatan dengan HUT Polri yang ke 72. Panglima TNI dan jajaran memberikan kejutan Ulang Tahun untuk Polri yang diwakili oleh Bapak Kapolri, Panglima TNI memberikan Kue Ulang Tahun diringi lagu selamat ulang tahun bersama sama, kemudian Kapolri meniupkan lilin dan memberikan potongan kue Kepada Panglima TNI. Kapolri memberikan potongan kue Ulang Tahun kepada Panglima TNI, dan panglima TNI balas memberikan potongan kue kepada Kapolri.

Adapun pejabat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XVII/ Cendrawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit. beserta Pejabat Utama Kodam XVII/ Cendrawasih, Danrem dan Dandim jajaran, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H., beserta Pejabat Utama Polda Papua dan Kapolres jajaran, Panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI I Nyoman Gede Ariawan, beserta Pejabat Utama, Danlantamal dan Danlanal jajaran, Pangkoops AU III, Marsma TNI Tamsil Gustari Malik, beserta Pejabat Utama Koops AU III dan Danlanud jajaran, Pangkosekhanudnas IV/ Biak, Marsma TNI Jorry S. Koloay, beserta Pejabat Utama dan jajaran dan Para Prajurit TNI dan anggota Polri, PNS yang hadir sejumlah 2000 orang. Kegiatan selesai dilanjutkan dengan Foto bersama. Selanjutnya rombongan meninggalkan Makodam Cenderawasih menuju Polda Papua untuk melaksanakan peninjauan.(hy). Sumber: tribratanews

Wakapolsek Pancoran Hadiri Pelepasan Pawai Obor Replika Bersama Muspika Kecamatan Pancoran

Halodunia.net – Polsek Pancoran, ,Dalam rangka menyambut dan meriahkan Asian Games 2018 Jakarta Palembang. Muspika Kecamatan Pancoran mengadakan pawai OBOR REPLIKA. Wakapolsek Pancoran AKP Agus Subechi menghadiri acara apel pelepasam Obor di Kecamatan.

Acara apel Obor replika pada hari Minggu tanggal 1 Juli 2018 jam 07.00 wib di halaman parkir Kecamatan jln. Pengadegan Timur II. Kel Pengadegan.

Kegiatan ini untuk menyambut dan meriahkan serta memasyaratkan olahraga mengolahragakan masyarakat.

Hadir juga dalam acara tersebut, Sekcam, Wadan Ramil, Kannit Binmas dan Bhabinkamtibmas
Serta peserta apel dari jajaran Karyawan Kecamatan dan warga, jumlah yang hadir 500 orang.

Kegiatan apel menyambut Asian Games di ambil oleh Bpk Sekcam dan di lanjutkan pelepasan team pembawa Obor Replika oleh Wadanramil bpk Kapten Gunawan dan Wakapolsek bpk AKP Agus Subechi.

Pelepasan obor asian games Replika ini di arak keliling wilayah Kecamatan di mulai dari Kantor camat, Kel. Pengadegan, Kel. Rawajati, Kel Kalibata, kel Duren Tiga, kel Pancoran, kel Cikoko dan kembali ke kantor Kecamatan.

Selama dalam perjalanan api Obor replika di kawal masing masing Bhabinkamtibmas secara estafet.(hy/dewita)

Di Ketinggian 32.000 Kaki, Kapolri Dapat Ucapan Selamat HUT Bhayangkara ke-72 dari Panglima TNI

Halodunia.net – Papua, Kapolri Jenderal Pol. Prof. M. Tito Karnavian Ph.D., mendapatkan kejutan spesial di hari Ulang Tahun Polri yang ke 72. Kali ini kejutan diberikan oleh Crew Pesawat Boeing VIP TNI AU yang membawa rombongan Panglima TNI dan Kapolri kembali ke Jakarta setelah melaksanakan peninjauan dan arahan di Jayapura, Papua.

Kejutan yang diberikan yaitu dengan penayangan video ucapan HUT Polri dari Crew yang ditayangkan di Monitor TV Cabin pesawat. Selain itu Kapolri mendapatkan tumpeng dari Panglima TNI, hal yang menarik dan menjadi momen spesial. Kejutan ini diberikan di ketinggian 32 ribu kaki, 30 menit setelah pesawat take off dari Lanud Jayapura.(hy/iqbal)

Kapolri Dapat Ucapan Selamat HUT Bhayangkara ke-72 dari Crew Pesawat Boeing VIP TNI AU

Halodunia.net – Papua, Kapolri Jenderal Pol. Prof. M. Tito Karnavian Ph.D., mendapatkan kejutan spesial di hari Ulang Tahun Polri yang ke 72. Kali ini kejutan diberikan oleh Crew Pesawat Boeing VIP TNI AU yang membawa rombongan Panglima TNI dan Kapolri kembali ke Jakarta setelah melaksanakan peninjauan dan arahan di Jayapura, Papua.

Kejutan yang diberikan yaitu dengan penayangan video ucapan HUT Polri dari Crew yang ditayangkan di Monitor TV Cabin pesawat. Selain itu Kapolri mendapatkan tumpeng dari Panglima TNI, hal yang menarik dan menjadi momen spesial. Kejutan ini diberikan di ketinggian 32 ribu kaki, 30 menit setelah pesawat take off dari Lanud Jayapura.(hy/Mardiaz K.D)

Ucapan Turut Berduka Cita Kapolres Sanggau dan Bhayangkari Cabang Sanggau Atas Meninggalnya Putri Ibu Natalia di Sungai Kapuas

Halodunia.net – Polres Sanggau, musibah yang di alami Sdri Natalia menjadikan pelajaran untuk kita semua agar lebih berhati hati menjaga putra/putri di manapun berada, ini yang di alami sdri Natalia ibu dari alharhumah Dina berusia 3 tahun korban tenggelam yang terjadi di tepian sungai Kapuas, Jum’at (29/6/2018) sekitar pukul 12.00 wib.


Adapun kronologis kejadian ibu korban sdri Natalia sedang makan bersama-sama dengan anaknya sdri Dina (korban) yang berumur 3 tahun, dan anak bos yaitu Sdri Rika di rumah bos ibu korban di rumah terapung yang berada di tepi sungai Kapuas jalan Pangeran Mas Kel. Ilir Kota Kec. Kapuas Kab. Sanggau.

Kemudian sdri Rika dan Sdri Natalia (ibu korban ) ke ruang tamu, diikuti oleh Sdri Dina (korban), kemudian kembali lagi ke dapur, serta diikuti oleh korban.

Setelah itu, sekitar pukul 13.00 wib korban balik lagi ke ruang tamu,Tidak sampai 5 menit ketika di panggil oleh ibunya, tidak menjawab, kemudian ibu korban pergi ke rumah yang mana rumah tersebut bersebelahan dengan rumah Bos Ibu korban akan tetapi tidak ada di rumah,di perkirakan Sdri Dina tenggelam di sungai, Kemudian setelah di rasa hilang, pihak keluarga langsung menelpon pihak keamanan untuk membantu pencarian.

Pencarian masih di lakukan dengan di bantu TRC 10 Orang, TAGANA 10 Orang, MANGGALA 10 Orang dan warga sekitar dan kepolisian dari Polsek Kapuas juga sudah diturunkan 1 kapal dari Tagana dan 1 dari TRC akan tetapi hingga pukul 17.50 wib korban masih belum juga di temukan pencarian masih terus di lakukan hingga saat sekarang ini.

Pada hari minggu tanggal 01 Juli 2018 sekira jam 10.10 wib telah mendapatkan informasi dari team TNI,Polri,Damkar, basarnas sintang, Warga, Yang telah upaya pencarian korban tenggelam pencarian korban tenggelam an. DIKNA APOLINA di sungai KAPUAS Desa semerangkai.

Setelah di temukan TNI,Polri,Damkar, basarnas sintang, Warga korban langsung di bawa menggunakan spit air polres Sanggau menunju Sanggau dan selanjutnya di bawa ke RSUD Mth Sejaman untuk melakukan visus oleh Dokter umum RSUD. Kemudian korban akan di kebumikan di desa berakak kecamatan Tayan hulu oleh pihak keluarga.

Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan SH SIK MM. dan bhayangkari cabang sanggau mengucapkan turut berduka cita yang mendalam, dan jadikan hikmah bagi para orang tua agar lebih berhati hati dalam menjaga dan merawat putra putrinya
Apalagi kondisi masyarakat kita yang masih banyak tinggal di tepi sungai dengan rumah lanting

Dan tadi kami juga menyampaikan sedikit uang duka dan beberapa jenis bahan makanan pokok walaupun tidak dapat menghilangkan duka bagi keluarga korban, semoga dapat menjadi penghiburan dan meringankan keluarga korban.

Kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur di Hari Bhayangkara ke-72 walau kami belum bisa merayakan karena harus pam pilkada, namun ada yang kami perbuat.(hy/amin)